Senin, 24 Oktober 2016

Makalah PKn (Geostrategi Indonesia)



Tugas Kelompok

GEOSTRATEGI INDONESIA


OLEH :

KELOMPOK V

·       EVIE NIRFAYANI
·       DESI PURNAMA RAMLI
·       AHMADI

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
STMIK BINA ADINATA BULUKUMBA
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat ALLAH SWT terhadap segala Rahmat dan Karunia yang diberikan kepada tim penulis, sehingga tim penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Geostrategi Indonesia “. Shalawat dan salam penulis penulis haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi suri tauladan yang bagi umat manusia.
Makalah ini berisi informasi mengenai Geostrategi Indonesia, pengaruh konsep ketahanan nasional dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Makalah ini adalah tugas mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Jember.
Makalah ini pasti memliki kekurangan seperti sebuah pepatah “Tiada Gading yang Tidak Retak” karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT. Untuk itu, tim penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna untuk menyempurnakan makalah ini.

Bulukumba, 10 Oktober 2016
Penyusun



Kelompok V






DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................        i
Daftar Isi ................................................................................................        ii
Bab I .......................................................................................................        1
1.1 Latar Belakang .................................................................................        1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................        1
1.3 Tujuan ...............................................................................................        1
Bab II .....................................................................................................        2
2.1 Geostrategi .......................................................................................        2
2.2 Geostrategi Indonesia ......................................................................        2
2.3 Konsep Geostrategi Indonesia .........................................................        3
2.4 Sifat Geostrategi Indonesia ..............................................................        3
2.5 Pengaruh Konsep Ketahanan Nasional ............................................        3
Bab III.....................................................................................................        7
3.1 Kesimpulan .......................................................................................        7
3.2 Saran .................................................................................................        7


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan suatu perjuangan yang amat lama dan sulit. Berbagai taktik dijalankan guna mencapai suatu masa kemerdekaan. Dan, setelah mencapai suatu kemerdekaan, banyak cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia tercantum dalam alenea kedua pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan merupakan alat untuk mewujudkan negara Indonesia yang  bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.Mampukah bangsa Indonesia mencapai cita-cita dan tujuan bernegaranya?
Dalam perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan bernegaranya, sudah pasti terdapat berbagai ancaman yang terkadang membahayakan kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan program ketahanan nasional ( geostrategi ) guna mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian geostrategi?
2.      Apa pengertian geostrategi Indonesia?
3.      Bagaimana konsep geostrategi Indonesia?
4.      Bagaimana pengaruh konsep geostrategi Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

1.3  Tujuan
1.      Memenuhi tugas kelompok mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan
2.      Menjelaskan tentang geostrategi Indonesia dan ketahanan nasional
3.      Menjelaskan pengaruh konsep ketahanan nasional pada aspek – aspek kehidupan berbangsa dan bernegara


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Geostrategi
            Geostrategi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi yang berarti usaha dengan menggunakan segala kemampuan atau sumber daya alam ( SDA ) dan sumber daya manusia ( SDM )untuk melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan. Jadi, geostrategi adalah suatu strategi dalam rangka mewujudkan cita-cita dan tujuan negara melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang cara membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan negara yang lebih baik, aman, dan bermartabat.
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang berasal dari dalam atau luar negeri, yang langsung atau tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan negara.
Geostrategi dan ketahanan nasional memiliki keterkaitan satu sama lain. Ketahanan nasional suatu negara dalam rangka mencapai segala cita-cita dan tujuan negara serta untuk menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan akan melahirkan suatu pemikiran geostrategi dalam pengimplementasian kehidupan berbangsa dan bernegara.

2.2 Pengertian Geostrategi Indonesia
            Geostragi Indonesia  adalah strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang cara merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan negara Indonesia yang lebih baik, aman, dan bermartabat sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945.
Oleh karena itu, geostrategi Indonesia tidak termasuk geopolitik yang bertujuan untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan rakyat Indonesia.

2.3 Konsep Geostrategi Indonesia
            Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatra yang belum atau tidak diduduki Belanda (Basry, 1995: 50-51). Namun sayangnya gagasan beliau kurang atau tidak dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah pengakuan kemerdekaan pada tahun 1950 garis besar pembangunan politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya merupakan pembangunan jiwa bangsa.
2.4 Sifat-sifat Geostrategi Indonesia
1. Daya Tangkal
            Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostratagi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap indentitas, integritas, dan eksistensi bangsa dan negara Indonesia.
2. Pengembangan ( Development )
             Mengembangkan kekuatan bangsa dalam ideologi, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.

2.5 Pengaruh Konsep Ketahanan Nasional dalam Aspek Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
            Berbagai konsep dasar serta pengembangan geostragi Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk :
I . Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial-budaya, dan aspek-aspek ilmiah. Hal tersebut sebagai upaya kelestarian dan eksistensi hidup berbangsa dan bernegara dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
II. Menunjang tugas pokok pemerintah Indonesia :
        i.            – Menegakkan hukum dan ketertiban ( law and order )
      ii.            – Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran ( welfare and prosperity )
    iii.            – Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (  defense and prosperity )
    iv.            – Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial ( yuridical justice and social justice )
– Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri ( freedom of the people )
2.4.1 Ketahanan Nasional pada Aspek – Aspek Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
            1. Aspek Ideologi
            Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang menciptakan motivasi. Ideologi mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang menjadi tujuan dan cita-cita suatu negara.Indonesia menganut ideologi Pancasila.
            Ideologi Pancasila merupakan tatanan nilai yang dikrisatalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang telah ada sejak ratusan tahun, yang kemudian tumbuh berkembang dan melekat dalam diri masyarakat Indonesia. 5 sila yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan suatu kesatuan pemahaman dan pengamalan yang bulat dan utuh mengenai dasarfilsafat hidup bangsa Indonesia
            Ketahanan pada aspek ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang berasal dari dalam atau luar negeri, yang langsung atau tidak langsung, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa Indonesia.

2. Aspek Politik
Politik berasal dari kata politics, policy yang berarti kekuasaan (pemerintah) atau kebijaksanaan. Negara Indonesia adalah negara yang berdaulat ke dalam dan ke luar negeri, sehingga memiliki kebijaksanaan ketahanan politik ke dalam dan ke luar negeri.
1.      Ketahanan Politik Dalam Negeri
Ketahanan politik dalam negeri Indonesia adalah kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat Indonesia dalam unsur-unsur sistem politik Indonesia.
2.      Ketahanan Politik Luar Negeri
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas adalah Indonesia tidak memihak kekuatan antara blok Barat atau blok Timur. Aktif adalah Indonesia berkegiatan dalam kegiatan Internasional sebagai bentuk implementasi tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.

3.      Aspek Ekonomi
Sistem perekonomian Indonesia disesuaikan dengan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan perekonomian masyarakat yang adil dan makmur (UUD 1945 pasal 33). Prinsip keadilan berkaitan dengan pembagian hasil produksi, pendapatan, dan kesempatan antara masyarakat. Keadilan menunjukkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan kekayaan dan diskrimanasi jenis kelamin, keluarga, suku, agama, dan ras. Prinsip kemakmuran menunjukkan usaha dalam berekonomi untuk mengutamakan kemakmuran masyarakat di atas kemakmuran individu atau sekelompok orang.
Wujud ketahanan ekonomi nasional tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis, serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan perekonomi rakyat yang adil dan makmur.


4.      Aspek Sosial Budaya
Kebudayaan Indonesia merupakan hasil interaksi dari seluruh budaya dalam negeri dan budaya asing yang kemudian diterima sebagai nilai seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya lain ( UUD 1945 pasal 32 )
Wujud ketahanan sosial-budaya nasional tercermin dalam kondisi kehidupan sosial-budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. 

5.      Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan nasional di bidang pertahanan dan kemanan ( Hankam ) yang dicita-citakan adalah kondisi daya tangkal nasional yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan ( UUD 1945 Pasal 30 )
Sifat ketahanan Nasional dalam aspek pertahanan dan keamanan :
-          Mandiri : percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah.
-          Dinamis : tidak kaku, ketahanan nasional disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya.
-          Wibawa : kewibawaan negara dan pemerintahan dalam menyelenggarakan kehidupan nasional akan meningkat jika ketahanan nasional dalam bidang pertahanan dan keamanan meningkat.
-          Konsultasi dan Kerjasama : adanya kegiatan saling menghargai dengan mengandalkan kepribadian bangsa dan kekuatan moral.


Langkah - langkah Penyusunan Perencanaan



PERENCANAAN :
Perencanaan sebagai suatu proses berlangsung sepanjang waktu dan berulang kembali membentuk suatu lingkaran. Langkah-langkah yang diikuti dalam proses ini pada umumnya adalah sama pada pelbagai unit dari tingkatan.

Langkah I- Pengumpulan dan Pengolahan Data.
Kegiatan pokok dalam langkah ini meliputi kompilasi data pendidikan, pengorganisasian data supaya mudah untuk didiagnosis, menyusun indikator yang perlu, menghimpun hasil penelitian serta hasil evaluasi dan monitoring rencana dan program yang lalu.

Langkah 2-Analisis Dan Diagnosis
Pada tahap ini dilakukan analisis (membandingkan data yang sejenis) atas data dan informasi berikut indikator yang telah disusun.

Langkah3- Perumusan Kebijaksanaan
Dalam manajemen kita mengenal tiga kata penting yaitu keputusan, kebijaksanaan, dan strategi. Kebijaksanaan merupakan suatu pembatasan gerak tentang apa yang akan dijadikan keputusan oleh orang lain.

Langkah 4- Perkiraan Kebutuhan yang Akan Datang
Berdasarkan kebijaksanaan yang telah digariskan dan disahkan, perencana pendidikan harus menjabarkan ke dalam kebutuhan- kebutuhan.

Langkah 5- Penetapan Sasaran
Setelah diperkirakan segala kebutuhan maka perlu ditetapkan sasaran atau target baik kuantitatif maupun kualitatif. Perlu diusahakan supaya sedapat mungkin sasaran yang ditetapkan dapat dikuantifikasikan sehingga mudah untuk diukur.

Langkah 6- Penyusunan Alternatif Strategi Layak
Langkah-langkah yang telah dibicarakan tersebut di atas dalam kenyataanya tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya secara tegas. Selesai penetapan sasaran pada langkah kelima, perlu dilanjutkan dengan penyusunan atau pemilihan strategi yang layak untuk dilaksanakan. Strategi merupakan alternatif dari langkah-langkah yang akan diambil.

Langkah 7- Perumusan Rencana
Perumusan ini meliputi usaha merumuskan tujuan, kegiatan, dan sasaran yang akan dicapai dalam waktu tertentu, perkiraan biaya yang diperlukan, unsur pelaksanaan, serta jadwal kegiatannya.

Langkah 8- Penganggaran
Pada waktu menganalisis data untuk tujuan penyusunan rencana, para perencana pendidikan perlu juga mengetahui sumber dana untuk pembangunan pendidikan, sehingga dibutuhkan adanya penganggaran.

Langkah 9-Rincian Rencana
Rencana yang telah ditetapkan dan disetujui anggarannya itu belum bersifat operasional karena biasanya masih berupa uraian singkat, karena itu sebelum rencana tadi dapat dilaksanakan maka harus dirinci terlebih dahulu sehingga setiap satuan kegiatan menjadi jelas baik menganai sasaran, pelaksana, hasil yang diharapkan, waktu, sarana yang diperlukan, tahap pelaksanaan dan biaya.

Langkah 10- Pelaksanaan Rencana
Suatu rencana pendidikan dilaksanakan apabila masing-Masing proyek sudah disahkan untuk dilaksanakann

Langkah 11- Evaluasi Rencana Dan Pelaksanaan
Evaluasi rencana membantu kegiatan pengambilan keputusan yang bertujuan mengusahakan supaya pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan menyimpang dapat segera diadakan tindak korektif.