Tugas Kelompok
GEOSTRATEGI INDONESIA

OLEH :
KELOMPOK V
·
EVIE NIRFAYANI
·
DESI PURNAMA RAMLI
·
AHMADI
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
STMIK BINA ADINATA BULUKUMBA
TAHUN
2016
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat ALLAH SWT
terhadap segala Rahmat dan Karunia yang diberikan kepada tim penulis, sehingga
tim penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Geostrategi Indonesia
“. Shalawat dan salam penulis penulis haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW
yang menjadi suri tauladan yang bagi umat manusia.
Makalah ini berisi informasi mengenai
Geostrategi Indonesia, pengaruh konsep ketahanan nasional dalam aspek kehidupan
berbangsa dan bernegara. Makalah ini adalah tugas mata kuliah umum Pendidikan
Kewarganegaraan, Universitas Jember.
Makalah ini pasti memliki kekurangan
seperti sebuah pepatah “Tiada Gading yang Tidak Retak” karena sesungguhnya
kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT. Untuk itu, tim penulis mengharapkan saran
dan kritik yang berguna untuk menyempurnakan makalah ini.
Bulukumba, 10 Oktober 2016
Penyusun
Kelompok V
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................ i
Daftar Isi ................................................................................................ ii
Bab I ....................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1
1.3 Tujuan ............................................................................................... 1
Bab II ..................................................................................................... 2
2.1 Geostrategi ....................................................................................... 2
2.2 Geostrategi Indonesia ...................................................................... 2
2.3 Konsep Geostrategi Indonesia ......................................................... 3
2.4 Sifat Geostrategi Indonesia .............................................................. 3
2.5 Pengaruh Konsep Ketahanan Nasional
............................................ 3
Bab III..................................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 7
3.2 Saran ................................................................................................. 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan
suatu perjuangan yang amat lama dan sulit. Berbagai taktik dijalankan guna
mencapai suatu masa kemerdekaan. Dan, setelah mencapai suatu kemerdekaan,
banyak cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia. Cita-cita
dan tujuan bangsa Indonesia tercantum dalam alenea kedua pembukaan UUD 1945,
bahwa kemerdekaan merupakan alat untuk mewujudkan negara Indonesia yang
bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.Mampukah bangsa Indonesia mencapai
cita-cita dan tujuan bernegaranya?
Dalam perjuangan mencapai cita-cita
dan tujuan bernegaranya, sudah pasti terdapat berbagai ancaman yang terkadang
membahayakan kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
diperlukan program ketahanan nasional ( geostrategi ) guna mempertahankan
kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian geostrategi?
2. Apa
pengertian geostrategi Indonesia?
3. Bagaimana
konsep geostrategi Indonesia?
4. Bagaimana
pengaruh konsep geostrategi Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
1.3 Tujuan
1. Memenuhi
tugas kelompok mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan
2. Menjelaskan
tentang geostrategi Indonesia dan ketahanan nasional
3. Menjelaskan
pengaruh konsep ketahanan nasional pada aspek – aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Geostrategi
Geostrategi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi yang
berarti usaha dengan menggunakan segala kemampuan atau sumber daya alam ( SDA )
dan sumber daya manusia ( SDM )untuk melaksanakan kewajiban yang telah
ditetapkan. Jadi, geostrategi adalah suatu strategi dalam rangka mewujudkan
cita-cita dan tujuan negara melalui proses pembangunan yang memberikan arahan
tentang cara membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan
terimajinasi guna mewujudkan masa depan negara yang lebih baik, aman, dan
bermartabat.
Ketahanan nasional adalah kondisi
dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang berasal dari dalam atau
luar negeri, yang langsung atau tidak langsung membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai
cita-cita dan tujuan negara.
Geostrategi dan ketahanan nasional
memiliki keterkaitan satu sama lain. Ketahanan nasional suatu negara dalam
rangka mencapai segala cita-cita dan tujuan negara serta untuk menghadapi dan
mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan akan melahirkan
suatu pemikiran geostrategi dalam pengimplementasian kehidupan berbangsa dan
bernegara.
2.2 Pengertian Geostrategi Indonesia
Geostragi
Indonesia adalah strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi
negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan nasional bangsa Indonesia.
Geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang cara merancang strategi
pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan negara Indonesia yang lebih
baik, aman, dan bermartabat sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
yang tercantum dalam UUD 1945.
Oleh karena itu, geostrategi Indonesia
tidak termasuk geopolitik yang bertujuan untuk kepentingan politik dan perang,
melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan rakyat Indonesia.
2.3 Konsep Geostrategi Indonesia
Konsepsi
geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16
Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang
(militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatra yang belum atau tidak
diduduki Belanda (Basry, 1995: 50-51). Namun sayangnya gagasan beliau
kurang atau tidak dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena
seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember
1948. Setelah pengakuan kemerdekaan pada tahun 1950 garis besar pembangunan
politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya
merupakan pembangunan jiwa bangsa.
2.4 Sifat-sifat Geostrategi Indonesia
1. Daya Tangkal
Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostratagi Indonesia
ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan
tantangan terhadap indentitas, integritas, dan eksistensi bangsa dan negara
Indonesia.
2. Pengembangan ( Development )
Mengembangkan kekuatan bangsa dalam ideologi, ekonomi, sosial-budaya,
pertahanan dan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.
2.5 Pengaruh Konsep Ketahanan Nasional dalam Aspek
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Berbagai konsep dasar serta
pengembangan geostragi Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk :
I . Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional
yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial-budaya, dan aspek-aspek
ilmiah. Hal tersebut sebagai upaya kelestarian dan eksistensi hidup berbangsa
dan bernegara dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
II. Menunjang tugas pokok pemerintah Indonesia :
i. –
Menegakkan hukum dan ketertiban ( law and order )
ii. –
Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran ( welfare and prosperity )
iii. –
Terselenggaranya pertahanan dan keamanan ( defense and
prosperity )
iv. –
Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial ( yuridical justice and
social justice )
– Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri
( freedom of the people )
2.4.1 Ketahanan Nasional pada Aspek – Aspek Kehidupan
Berbangsa dan Bernegara
1. Aspek Ideologi
Ideologi adalah
suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang menciptakan motivasi.
Ideologi mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang menjadi tujuan dan
cita-cita suatu negara.Indonesia menganut
ideologi Pancasila.
Ideologi Pancasila merupakan tatanan nilai yang
dikrisatalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang telah
ada sejak ratusan tahun, yang kemudian tumbuh berkembang dan melekat dalam diri
masyarakat Indonesia. 5 sila yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan
suatu kesatuan pemahaman dan pengamalan yang bulat dan utuh mengenai
dasarfilsafat hidup bangsa Indonesia
Ketahanan pada aspek ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan
ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan
tantangan yang berasal dari dalam atau luar negeri, yang langsung atau tidak
langsung, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa
Indonesia.
2. Aspek Politik
Politik berasal dari kata politics,
policy yang berarti kekuasaan (pemerintah) atau kebijaksanaan. Negara
Indonesia adalah negara yang berdaulat ke dalam dan ke luar negeri, sehingga
memiliki kebijaksanaan ketahanan politik ke dalam dan ke luar negeri.
1. Ketahanan
Politik Dalam Negeri
Ketahanan politik dalam negeri Indonesia adalah kehidupan
politik dan kenegaraan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang mampu
menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat Indonesia dalam
unsur-unsur sistem politik Indonesia.
2. Ketahanan
Politik Luar Negeri
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas
adalah Indonesia tidak memihak kekuatan antara blok Barat atau blok Timur.
Aktif adalah Indonesia berkegiatan dalam kegiatan Internasional sebagai bentuk
implementasi tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.
3. Aspek Ekonomi
Sistem perekonomian Indonesia disesuaikan dengan tujuan dan
cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan perekonomian masyarakat yang adil
dan makmur (UUD 1945 pasal 33). Prinsip keadilan berkaitan dengan pembagian
hasil produksi, pendapatan, dan kesempatan antara masyarakat. Keadilan
menunjukkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan kekayaan dan
diskrimanasi jenis kelamin, keluarga, suku, agama, dan ras. Prinsip kemakmuran
menunjukkan usaha dalam berekonomi untuk mengutamakan kemakmuran masyarakat di
atas kemakmuran individu atau sekelompok orang.
Wujud ketahanan ekonomi nasional tercermin dalam kondisi
kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi
yang sehat dan dinamis, serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi
nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan perekonomi rakyat yang adil
dan makmur.
4. Aspek Sosial Budaya
Kebudayaan Indonesia merupakan hasil interaksi dari seluruh
budaya dalam negeri dan budaya asing yang kemudian diterima sebagai nilai
seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa
unsur paksaan dan dominasi budaya lain ( UUD 1945 pasal 32 )
Wujud ketahanan sosial-budaya nasional tercermin dalam
kondisi kehidupan sosial-budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang
mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya
manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang MahaEsa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan
sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta
kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan
nasional.
5. Aspek Pertahanan dan
Keamanan
Ketahanan nasional di bidang pertahanan dan kemanan (
Hankam ) yang dicita-citakan adalah kondisi daya tangkal nasional yang
dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan
keamanan ( UUD 1945 Pasal 30 )
Sifat ketahanan Nasional dalam
aspek pertahanan dan keamanan :
- Mandiri
: percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah.
- Dinamis
: tidak kaku, ketahanan nasional disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa
dan negara serta lingkungan strategisnya.
- Wibawa
: kewibawaan negara dan pemerintahan dalam menyelenggarakan kehidupan nasional
akan meningkat jika ketahanan nasional dalam bidang pertahanan dan keamanan
meningkat.
- Konsultasi
dan Kerjasama : adanya kegiatan saling menghargai dengan mengandalkan
kepribadian bangsa dan kekuatan moral.